Tersusunnya Laporan ini tentunya tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Mujiyono, SP., MP. selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. Penggunaan enrofloxacin dalam penanganan induk babi penderita sindrom MMA terbukti memberikan hasil yang memuaskan (Skuca et al., 2006). Obat antiinflamasi seperti flunixin meglumine atau kortikosteroid juga dapat diberikan untuk meningkatkan pemulihan. Induk harus dirangsang untuk minum secara teratur dan dibantu untuk dapat berdiri. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi periode kering bunting pada sapi perah bunting adalah metode pengeringan, kondisi ternak. 3. Metode/ cara pengeringan dapat dilakukan dengan tiga cara: 1. Pemerahan berselang yaitu pengeringan yang menggunakan cara sapi hanya diperah sekali sehari selama beberapa hari, 2. Yogyakarta. Liberty. f. MAKALAH MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI PERAH MAKALAH PT143 ILMU TEKNOLOGI REPRODUKSI TERNAK PERAH MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI PERAH Dosen Pengampu : Dr.Ir. Arif,MS Anggota Tim : Sadri Fajri Maulana :1410621022 :141062102. Kejadian retensio plasenta pada sapi tersebut dapat disebabkan oleh distokia karena induk sapi Bali melahirkan pedet Simental yang merupakan ras sapi berukuran besar. AHTCS (2011) menjelaskan bahwa distokia merupakan salah satu penyebab terjadinya retensio plasenta. RztO3AN.

penanganan induk sapi pasca melahirkan